Rabu, 06 Juni 2012

Lemak - Fat

Lapisan lemak dalam tubuh anda

Lapisan lemak terbagi dalam 2 susunan:
  1. Lemak Subkutan (lapisan atas):
Lapisan ini berisi kantong-kantong lemak, tersusun di bawah kulit. Gangguan metabolisme yang terjadi karena pola diet dan pola hidup seiring kita menua, mengakibatkan kantong-kantong lemak ini terisi semakin penuh sehingga tampilan permukaan kulit di atas nya menjadi bergelombang (dikenal sebagai selulit). Selain itu, pembesaran kantong-kantong lemak ini membuat pembuluh darah di antaranya terjepit, sehingga pergerakan cairan di daerah tersebut menjadi terganggu dan menyebabkan bagian tubuh tersebut bergelambir (biasanya jelas terlihat di lengan atas atau bagian triceps). lapisan ini seringkali cukup sulit dihilangkan hanya dengan mengatur pola makan dan olahraga. beberapa teknik invasif seperti sedot lemak pun tidak dapat mengatasi hal ini.

     2.  Lemak Visceral (lapisan bawah) 

Lapisan ini berisi lemak yang dengan ketebalan normal berguna untuk melindungi organ-organ dalam tubuh. Lemak Visceral terletak di lapisan dalam tubuh. Namun, jika lapisan ini terlalu tebal, dapat berbahaya bagi kesehatan dan mengakibatkan kegemukan (lapisan lemak visceral yang terlalu tebal jelas terlihat di daerah perut). Lapisan lemak ini dapat di kurangi dengan olahraga dan diet teratur. Namun, seiring dengan gangguan metabolismeyang dialami setiap orang yang menua. olahraga dan diet seringkali tidak cukup efektif.

Mengukur lemak tubuh

Tidak mudah untuk mengukur lemak tubuh seseorang. Cara-cara berikut memerlukan peralatan khusus dan dilakukan oleh tenaga terlatih:
  • Underwater weight, pengukuran berat badan dilakukan di dalam air dan kemudian lemak tubuh dihitung berdasarkan jumlah air yang tersisa.
  • BOD POD merupakan ruang berbentuk telur yang telah dikomputerisasi. Setelah seseorang memasuki BOD POD, jumlah udara yang tersisa digunakan untuk mengukur lemak tubuh.
  • DEXA (dual energy X-ray absorptiometry), menyerupai skening tulang. Sinar X digunakan untuk menentukan jumlah dan lokasi dari lemak tubuh.
Dua cara berikut lebih sederhana dan tidak rumit:
  • Jangka kulit, ketebalan lipatan kulit di beberapa bagian tubuh diukur dengan jangka (suatu alat terbuat dari logam yang menyerupai forseps).
  • Bioelectric impedance analysis (analisis tahanan bioelektrik), penderita berdiri diatas skala khusus dan sejumlah arus listrik yang tidak berbahaya dialirkan ke seluruh tubuh lalu dianalisis.
Pemeriksaan tersebut bisa memberikan hasil yang tidak tepat jika tidak dilakukan oleh tenaga ahli.
Pengukuran berat badan menurut WHO ( 2010) dapat dilakukan dengan membagi berat badan dengan tinggi badan kuadrat. Hal ini dinamakan dengan Indeks Masa Tubuh ( IMT).

Tabel berat badan-tinggi badan

ini telah digunakan sejak lama untuk menentukan apakah seseorang mengalami kelebihan berat badan. Tabel biasanya memiliki suatu kisaran berat badan untuk tinggi badan tertentu.
Permasalahan yang timbul adalah bahwa kita tidak tahu mana tabel yang terbaik yang harus digunakan. Banyak tabel yang bisa digunakan, dengan berbagai kisaran berat badan yang berbeda. Beberapa tabel menyertakan ukuran kerangka, umur dan jenis kelamin, tabel yang lainnya tidak.
Kekurangan dari tabel ini adalah tabel tidak membedakan antara kelebihan lemak dan kelebihan otot. Dilihat dari tabel, seseorang yang sangat berotot bisa tampak gemuk, padahal sesungguhnya tidak.

Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index, BMI)

BMI Klasifikasi
< 18.5 berat badan di bawah normal
18.5–24.9 normal
25.0–29.9 normal tinggi
30.0–34.9 Obesitas tingkat 1
35.0–39.9 Obesitas tingkat 2
≥ 40.0 Obesitas tingkat 3
BMI merupakan suatu pengukuran yang menghubungkan (membandingkan) berat badan dengan tinggi badan. Walaupun dinamakan "indeks", BMI sebenarnya adalah rasio atau nisbah yang dinyatakan sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Seseorang dikatakan mengalami obesitas jika memiliki nilai BMI sebesar 30 atau lebih.
Rumus:
Satuan Metrik menurut sistem satuan internasional : BMI=kilogram/meter^2
Rumus : BMI=b/t^2
dimana b adalah berat badan dalam satuan metrik kilogram dan t adalah tinggi badan dalam meter.

Pengobatan

Pembatasan asupan kalori dan peningkatan aktivitas fisik merupakan komponen yang paling penting dalam pengaturan berat badan. Kedua komponen ini juga penting dalam mempertahankan berat badan setelah terjadi penurunan berat badan. Harus dilakukan perubahan dalam pola aktivitas fisik dan mulai menjalani kebiasaan makan yang sehat.

TRA

Program Pengaturan Berat Badan


Produk Yang Tepat
Mengikis lemak adalah kunci keberhasilan program pengaturan berat badan jangka panjang yang sehat. TRA memberikan pendekatan seimbang dari berbagai aspek pengaturan berat badan degan mengikuti mekanisme berikut ini:
  • TRA mengontrol keinginan akan karbohidrat
  • TRA mengontrol stress
  • TRA menghambat penyimpanan lemak
  • TRA meningkatkan metabolisme tubuh
Nutrisi Yng Tepat
Ikuti prinsip aturan makan 3-3-3-3 artinya 3 porsi karbohidrat, 3 porsi protein, 3 porsi sayur-sayuran, 3 porsi buah-buahan

Olahraga Yang Tepat
Olahraga bisa berupa jalan kaki, jogging selama 15-30 menit atau naik tangga. Anda juga dapat memilih olahraga yang anda suka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar